GIDO TAEKWONDO – Konflik atau pertengkaran di dalam rumah tangga memang sulit untuk dihindari. Akan tetapi, menunjukkan orang tua yang bertengkar di depan anak adalah hal yang wajib dihentikan.
Pada dasarnya seorang anak memandang orang tua mereka sebagai sosok pelindung, yang didukung dengan nuansa rumah yang aman dan nyaman.
Sebagai seorang orang tua, kalian harus mampu mengelola emosi dan berhenti bertengkar di depan mereka demi kebaikan anak-anak kalian.
Oleh karena itu terdapat beberapa alasan penting mengapa pertengkaran harus berada di dalam ruang privat, untuk menjaga kesehatan mental dan perkembangan anak.
Melansir dari alodokter.com, ada lima alasan mengapa orang tua harus berhenti bertengkar di depan anak:
Membuat Anak Stres
Anak yang menyaksikan pertengkaran antara orang tua, akan mengalami peningkatan hormon stres di dalam tubuhnya.
Kondisi stres dapat memunculkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan anak. Hal ini tidak hanya berpengaruh pada kondisi fisiknya tetapi juga kestabilan mental mereka.
Pertengkaran orang tua mengakibatkan fokus dan performa belajar mereka di sekolah menurun. Biasanya, diiringi dengan penyakit seperti pusing dan juga nyeri perut.
Mengalami Rasa Cemas dan Depresi
Sering melihat orang tua bertengkar akan membuat anak menjadi mudah mengalami kecemasan hingga depresi.
Hal ini terjadi karena lingkungan rumah yang penuh dengan tekanan, sehingga memicu berkembangnya pikiran-pikiran negatif di dalam pikiran anak.
Disamping itu, ketakutan dan rasa khawatir yang mendalam bahwa pertengkaran tersebut akan berakhir pada perceraian, akan menimbulkan rasa trauma psikologis pada anak.
BACA JUGA: Tetap Dekat Meski Jauh: 5 Tips untuk Ayah Bekerja di Luar Kota
Hubungan Antar Keluarga Melemah
Ketika orang tua terbiasa bertengkar di depan anak, mereka akan kesulitan untuk mengelola emosi.
Hal ini mengakibatkan suasana di dalam rumah menjadi kaku, serta menghambat orang tua untuk mencurahkan rasa kasih sayang yang sangat dibutuhkan dalam berkeluarga.
Selain itu, jika pertengkaran berakhir dengan perceraian, hubungan antar saudara kandung juga bisa terkena dampak, karena orang tua harus membawa anak masing-masing untuk berpisah rumah.
Kondisi ini membuat anak kehilangan momen kebersamaan sekaligus kehilangan figur salah satu orang tua.
Berkembang Menjadi Pribadi Nakal
Akibat dari sering melihat pertengkaran orang tua, anak akan merasa terabaikan ketika orang tua terlalu fokus pada perselisihan rumah tangga.
Alhasil, untuk mengisi kekosongan perhatian tersebut, anak sering mencari perhatian dengan cara yang keliru.
Anak akan mulai membuat masalah di dalam rumah, atau sengaja mencari keributan dengan teman-temannya di sekolah, untuk memancing perhatian dan kepedulian dari orang tua.
Kesulitan dalam Berinteraksi Sosial
Orang tua yang sering bertengkar di depan anaknya, bisa membuat anak mereka mengalami kesuiltan untuk berinteraksi sosial dengan orang lain.
Melansir dari klikdokter.com, penelitian Journal of Family Psychology menemukan bahwa, anak yang sering melihat pertengkaran antar orang tua menjadi lebih sensitif dalam memproses emosi.
Akibat dari ketidakstabilan respon emosional tersebut anak akan kesulitan untuk membaur dengan lingkungan sekitar.

