GIDO TAEKWONDO – Setiap orang pasti mendambakan kondisi keluarga yang rukun dan harmonis. Namun, terkadang memiliki lebih dari satu anak kerap memicu tantangan seperti sibling rivalry.
Mengutip dari fk.ung.ac.id, pola asuh orang tua memiliki peran besar dalam membentuk anak, untuk memahami cara berinteraksi, mengelola emosi dan membangun hubungan sosial dengan orang lain.
Maka dari itu, melakukan pola asuh yang tepat akan berpengaruh besar terhadap anak, agar terhindar dari sibling rivalry.
Melansir dari idai.or.id, terdapat enam cara menerapkan pola asuh efektif, agar anak terhindar dari sibling rivalry antara lain:
Memastikan Kakak Tetap Merasa Dirinya Penting
Menjaga perasaan anak yang lebih tua agar tetap merasa penting dan dicintai, adalah salah satu faktor paling penting untuk mencegah terjadinya sibling rivalry.
Sering kali, orang tua secara tidak sadar menuntut anak yang lebih tua untuk selalu mengalah tanpa memikirkan persaan yang ia rasakan.
Oleh karena itu, melibatkan kakak dalam peran-peran kecil sepeti membantu merawat adik. Selain itu, ikut mengambil keputusan sederhana, akan membuat kakak merasa dirinya tetap penting dalam keluarga.
Menghargai Hak Kepemilikan Anak
Penting bagi orang tua untuk menunjukkan rasa hormat terhadap barang-barang yang dianggap berharga oleh anak.
Biasakan untuk selalu meminta ijin terlebih dahulu kepada anak, sebelum meminjamkan atau memberikan barangnya untuk digunakan oleh salah satu anak.
Dengan melakukan cara ini, anak akan mengerti akan hak kepemilikan dan juga belajar untuk saling berbagi, karena proses yang dilakukan orang tua dilakukan secara adil dan tanpa paksaan.
Menghabiskan Waktu Bersama secara Terpisah
Rutin menghabiskan waktu bersama anak-anak secara terpisah sangat penting, untuk membangun rasa percaya diri dan juga stabilitas emosional mereka.
Momen kebersamaan seperti membaca buku, jalan-jalan, atau mengerjakan pekerjaan rumah dapat menjadi kunci agar masing-masing anak mendapatkan perhatian secara maksimal.
Ketika kebutuhan emosional anak sudah terpenuhi, rasa iri dan keinginan mereka untuk mencari perhatian lewat pertengkaran akan berkurang.
BACA JUGA: 5 Tips Mengasuh Anak dengan Pola Asuh Gentle Parenting
Mengajarkan Kerjasama
Mengajarkan kemampuan bekerjasama antar saudara adalah cara yang ampuh, untuk mengubah persaingan menjadi hubungan yang suportif.
Mengutip dari ffew.ca, mendukung aktivitas yang dapat menumbuhkan kolaborasi dan ketertarikan bersama juga sangat membantu memperkuat ikatan persaudaraan (sibling bond).
Di samping itu, jangan lupa untuk mengapresiasi dan memuji anak saat mereka menunjukkan interaksi yang positif. Pujilah mereka ketika mau bekerjasama, agar mereka termotivasi untuk terus mengulanginya.
Hindari Membanding-bandingkan Anak
Menghindari kebiasaan membanding-bandingkan anak, adalah salah satu cara paling ampuh mencegah terjadinya sibling rivalry.
Melansir dari Aulad: Journal on Early Childhood (2025), saat memasuki usia 12-18 tahun, remaja menjadi jauh lebih peka terhadap perbandingan dan ekspektasi, akibat dari masuknya mereka ke dalam dunia sosial dan pendidikan formal.
Ketika orang tua tanpa sadar membandingkan prestasi atau sikap antar saudara, hal ini akan memicu kembali kecemburuan masa kecil dan memperparah rivalitas mereka.
Hindari Perlakuan Khusus Terhadap Salah Satu Anak
Orang tua sebaiknya tidak memihak atau membela salah satu anak secara khusus, ketika terjadi pertengkaran.
Merasa lebih dekat dengan salah satu anak merupakan hal yang wajar bagi orang tua. Akan tetapi, jangan menunjukkan perasaan tersebut secara terang-terangan di depan mereka.
Melansir dari nature.com, anak-anak yang diistimewakan tumbuh lebih aman dan tenang, sedangkan yang diperlakukan tidak adil cenderung cemas, depresi dan kompetitif.
Oleh karena itu, bersikaplah secara adil sebab ketika anak-anak melihat orang tua memperlakukan mereka secara berbeda, kecemburuan akan mudah muncul dan memicu permusuhan antarsaudara.

