ayah dan anak

6 Tips untuk Ayah Terlibat Aktif dalam Perkembangan Anak

GIDO TAEKWONDO – Kesibukan kerja membuat hubungan ayah dan anak seringkali hanya dianggap sebagai, sosok yang mencukupi kebutuhan finansial saja.

Padahal, anak tidak hanya butuh fasilitas, tetapi mereka juga membutuhkan kehadiran Anda.

Mengutip dari ppa-dp3appkb.surabaya.go.id, ketidakhadiran sosok ayah memunculkan kekosongan emosional yang disebut father hunger, yaitu kerinduan akan kasih sayang dan kehadiran sosok ayah.

Oleh karena itu, kehadiran ayah untuk terlibat aktif dalam perkembangan anak sangatlah penting.
Melansir dari allforkids.org, terdapat enam tips untuk ayah agar terlibat aktif dalam perkembangan anak antara lain:

Menghormati dan Bekerjasama dengan Istri (co-parenting)

Milikilah pemahaman yang sama dengan istri Anda, bahwa ayah dan ibu adalah satu tim dalam membesarkan anak. Sampaikan dengan jelas bahwa Anda ingin terlibat secara aktif dalam pengasuhan anak.

Selain itu, perlihatkan perilaku untuk menghargai dan menghormati istri Anda, adalah hal yang perlu dilakukan dalam upaya co-parenting.

Kemudian, menceritakan hal baik tentang sang ibu di depan anak, juga berguna untuk menanamkan rasa hormat dan menciptakan hubungan positif

Menciptakan Visi untuk Keterlibatan sebagai Ayah

Ciptakanlah visi yaitu menetapkan tujuan akhir, mengenai sosok ayah seperti apa yang Anda inginkan.

Sederhananya, dengan membayangkan cara anak mengenang dan menceritakan Anda sebagai sosok ayah kelak. Dengan berbekal gambaran tersebut kemudian jadikan sebagai dasar, atau panduan dalam mengasuh anak sehari-hari.

Contohnya, tidak lembur di akhir pekan demi menemani anak akan membuat ia memiliki pandangan, bahwa Anda adalah sosok ayah yang selalu hadir dalam setiap momen penting.

Mengambil Pelajaran dari Sosok Ayah Terdahulu

Melakukan refleksi diri atas pola asuh yang pernah Anda terima dari ayah Anda sendiri pada jaman dahulu.

Kemudian, putuskan aspek positif apa saja yang ingin Anda ambil dan teruskan kepada anak Anda, serta aspek negatif apa yang harus dihindari. Hal ini juga termasuk sebagai upaya untuk memutus rantai trauma antar generasi.

Melansir dari klikdokter.com, memutus rantai trauma antargenerasi, penting untuk terciptanya pola asuh yang baik serta generasi penerus yang sehat secara mental.

BACA JUGA: 7 Cara untuk Melatih Disiplin Anak

Menetapkan Waktu Khusus dengan Anak

Luangkanlah waktu berdua secara rutin dengan anak Anda, dengan melakukan aktivitas yang bisa dinikmati bersama.

Manfaatkan momen berdua itu untuk melakukan hobi, atau aktivitas sederhana yang kalian sukai, seperti membaca buku cerita hingga bermain bola bersama anak Anda.

Gunakan momen berharga tersebut sebagai saran untuk saling mengobrol, dan membangun ikatan yang kuat antara Anda dan anak Anda.

Mengenal Anak secara Mendalam

Membangun kedekatan dengan cara memberikan perhatian penuh, demi mempererat kedekatan emosional.

Dalam hal itu, Anda perlu menunjukkan ketertarikan pada kehidupan anak, mengenal teman-teman mereka serta memahami hal-hal apa saja yang membuat mereka stres.

Kemudian, buat anak Anda merasa bahwa mereka berharga untuk mendapatkan waktu dan perhatian Anda.

Membuka Diri pada Anak

Bagikan cerita tentang masa kecil dan pengalaman Anda untuk menunjukkan sisi manusiawi Anda. Hal tersebut bertujuan agar anak tidak melihat orang tua sebagai sosok yang kaku dan selalu sempurna.

Berbagi cerita masa lalu Anda juga dapat menjadi jembatan untuk memulai obrolan yang mendalam dan bermakna bagi orang tua dan anak.

Oleh: Robi Andika

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *