ritme sirkadian

Ritme Sirkadian: Faktor Penyebab Gangguan Jam Biologis Tubuh

GIDO TAEKWONDO – Pernahkah Anda merasa mengantuk di jam yang sama setiap hari, atau terbangun dengan keadaan segar bugar saat matahari terbit?

Hal itu bukanlah suatu kebetulan, karena pada dasarnya tubuh kita memiliki jam biologis, yang dinamakan dengan ritme sirkadian.

Melansir dari halodoc.com, jam biologis tubuh berfungsi mengatur siklus tidur, metabolisme, dan emosi berdasarkan perubahan cahaya, yang bekerja tanpa henti selama 24 jam.

Namun, ritme sirkadian juga dapat terganggu akibat dari perubahan gaya hidup atau lingkungan. Melansir dari msdmanuals.com, beberapa faktor penyebab gangguan jam biologis tubuh yaitu:

Kerusakan Otak

Pada dasarnya ritme sirkadian dikendalikan oleh otak, yang disebut dengan supraschiamatic nucleus (SCN) di hipotalamus, yang sensitif terhadap cahaya dan kegelapan.

SCN merespon cahaya dan kegelapan melalui mata, untuk menjaga kinerja tubuh sesuai dengan pergantian pagi dan malam.

Kerusakan otak seperti cedera kepala, penyakit alzheimer ataupun stroke, akan menghancurkan sel-sel saraf SCN pada otak.

Kerusakan otak tersebut, sering kali mengakibatkan hilangnya kemampuan untuk membedakan pagi dan malam serta timbulnya rasa gelisah.  

Jet Lag

Jet lag mampu mengganggu ritme sirkadian, terutama ketika melintasi dua atau lebih zona waktu yang berbeda secara cepat.

Melansir dari sleepfondation.org, jam biologis tubuh membutuhkan satu sampai satu setengah hari, untuk beradaptasi pada tiap zona waktu yang dilewati.

Arah penerbangan juga menjadi faktor tingkat  gangguan ritme sirkadian. Terbang dari timur ke barat akan membuat tubuh beradaptasi, untuk tidur lebih lambat karena hari yang semakin panjang.

Sedangkan terbang barat ke timur akan memperpendek hari, yang mengakibatkan otak dipaksa untuk memajukan waktu tidur. Akibatnya ialah insomia, gangguan pencernaan dan penundaan fokus.     

BACA JUGA: Pola Tidur yang Baik: Fondasi Tubuh Sehat dan Bugar

Shift Kerja Tidak Teratur

Pengaruh shift kerja pada gangguan ritme sirkadian terjadi, akibat adanya ketidakselarasan antara jam biologis tubuh dengan tuntutan jadwal aktivitas.

Shift kerja tidak teratur menyebabkan ketidakselarasan kronis pada ritme sirkadian, karena tubuh dipaksa mengubah jadwal tidur dan paparan cahaya secara mendadak.

Hal tersebut dapat mengakibatkan tidur tidak berkualitas, rasa kantuk berlebihan, dan penurunan fokus. 

Mempertahankan waktu tidur tetap sama pada hari libur, sangat disarankan bagi pekerja shift sore atau malam.

Kurang Paparan Sinar Matahari

Sinar matahari adalah faktor eksternal utama, yang mengontrol jam biologis tubuh manusia.

Kekurangan paparan sinar matahari merupakan penyebab utama gangguan ritme sirkadian, yang membuat tubuh kehilangan sinyal pembeda jelas antara siang dan malam.

Tanpa paparan sinar matahari pada siang hari, produksi melatonin tidak optimal. Hal tersebut mengakibatkan tidur tidak berkualitas, mudah terbangun dan bangun pagi tidak menyegarkan.

Kurang terpapar sinar matahari juga dapat menyebabkan, jam biologis tubuh secara otomatis bergeser mundur, yang mengakibatkan rasa kantuk pada malam hari dan kesulitan bangun pagi. 

Oleh: Robi Andika

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *