GIDO TAEKWONDO – Sebelum mengikuti kompetisi kyorugi, penting untuk atlet memahami peraturan taekwondo. Mengetahui peraturan akan membuat atlet meraih nilai maksimal dan juga menghindari penalti yang tidak perlu.
Untuk mengetahui lebih dalam tentang peraturan taekwondo, berikut adalah sistem penilaian dan pelanggaran yang diterapkan dalam pertandingan taekwondo melansir dari rockstaracademy.com:
Poin Penilaian: Area-area Penilaian yang Sah
Dalam pertandingan taekwondo, poin diberikan saat atlet melakukan serangan ke area target tertentu. Area sah yang diperbolehkan adalah bagian tubuh atas (torso) dan area kepala (head).
Area Tubuh
Pada area tubuh, bagian depan dan samping tubuh, di atas sabuk adalah bagian yang sah untuk dinilai.
Poin yang diberikan untuk tendangan ke arah tubuh secara bersih akan mendapatkan 2 poin. Sedangkan 4 poin bisa diberikan kepada atlet yang melakukan tendangan tubuh berputar ke arah tubuh.
Adapun pukulan ke area batang tubuh juga dapat bernilai 1 poin, asalkan dilakukan dengan teknik yang tepat dan kekuatan yang cukup.
Area Kepala
Area lain yang sah dalam peraturan taekwondo adalah kepala. Untuk area kepala, yang dapat dinilai adalah seluruh kepala, baik itu wajah dan samping, jika menggunakan tendangan.
Poin yang diberikan jika tepat sasaran ke area kepala memiliki poin yang cukup tinggi. Tiga poin diberikan untuk tendangan langsung ke kepala. Poin tertinggi, yaitu poin lima, diberikan untuk tendangan memutar ke arah kepala.
Perlu diperhatikan bahwa pukulan ke arah kepala tidak diizinkan. Jika atlet melakukannya, maka hukuman penalit akan diberikan.
BACA JUGA: Mengenal Taekwondo: Mulai Dari Teknik Dasar Hingga Prinsip Dasar
Knockdown dalam Penilaian Taekwondo
Dalam peraturan taekwondo, knockdown adalah keadaan ketika bagian tubuh atlet selain kaki menyentuh tanah disebabkan oleh serangan sah lawan. Knockdown biasanya dapat mengubah momentum pertandingan secara drastis.
Hitungan knockdown dilakukan saat atlet terjatuh. Wasit akan memulai hitungan selama sepuluh detik, hingga setidaknya hitungan kedelapan, meskipun atlet yang terjatuh sudah berdiri kembali.
Hal ini dilakukan untuk memutuskan apakah wasit akan melanjutkan pertandingan, mengakhiri pertandingan, atau meneruskan hitungan.
Knockdown dinyatakan sah jika lawan tidak dapat bangkit dalam waktu 10 detik setelah dipukul.
Meskipun tindakan menjatuhkan lawan tidak secara langsung memberikan poin tambahan, serangan yang menyebabkan knockdown sering kali mendapatkan poin tertinggi.
Jika atlet dapat berdiri kembali dalam hitungan sepuluh detik dan ingin melanjutkan pertandingan, maka pertandingan akan dilanjutkan. Namun, evaluasi medis sering kali dilakukan untuk memastikan keamanan.

