GIDO TAEKWONDO – Dalam memilih klub beladiri terutama taekwondo, orang tua harus mengutamakan perkembangan anaknya. Orang tua bisa melihat kualitas klub itu, dari kurikulum taekwondo yang dipilih.
Anak memiliki tahap perkembangan yang berbeda – beda dalam setiap fase umurnya. Anak yang psikologi dan fisiknya diminta untuk tumbuh lebih awal, dapat berdampak buruk pada masa depannya.
Seringkali, orang tua tak menginginkan anaknya untuk berprestasi dalam bidang olahraga. Namun, kita kadang lupa bahwa anak tidak bisa dipaksa untuk tumbuh lebih cepat.
Hal ini yang membuat para pengajar Gido Taekwondo Academy sadar, bahwa perkembangan anak jauh lebih penting dari prestasi semata. Berbeda dengan les Taekwondo yang lain, Gido menerapkan kurikulum berbasis Long-Term Development (LTDSPA).
Untuk mengenal lebih lanjut kurikulum yang diterapkan Gido Taekwondo ini, simak pembahasannya lebih lanjut sebagai berikut:
LTDSPA, Fokus pada Kesehatan dan Kesejahteraan Jangka Panjang
LTDSPA digagas dan dikembangkan sejak tahun 2019 oleh Sport for Life Society, sebuah gerakan yang berasal dari Canada.
Tujuan dari kurikulum atau metode ini adalah menciptakan perpaduan antara olahraga, pendidikan, gaya hidup aktif, dan kesehatan bagi setiap individu, bukan hanya bagi atlet.
Model ini mendukung perkembangan fisik dan mental dari anak-anak hingga dewasa. Perkembangan di tiap fase akan menyiapkan setiap orang untuk tetap aktif dan bugar sepanjang hidupnya.
Fase dalam LTDSPA
Untuk menjembatani perkembangan hidup setiap individu, LTDSPA membagi fase LTDSPA dibagi menjadi tujuh yaitu:
1.Active Start (0-6 tahun):
Fase ini biasanya hanya mengajarkan dasar gerakan dan kesenangan olahraga. Tujuannya adalah meningkatkan perkembangan fungsi otak, koordinasi, keterampilan motorik kasar, pengembangan emosi, kepemimpinan, imajinasi, dan kepercayaan diri.
2. FUNdamentals (6-9 tahun):
Dasar keterampilan fisik diajarkan pada fase ini. Fase ini mempelajari keterampilan gerak dasar (fundamental movement skills), serta mengembangkan keterampilan gerak secara keseluruhan melalui aktivitas fisik yang menyenangkan.
3. Learn to Train (9-12 tahun):
Individu mulai mempelajari teknik dan taktik dasar olahraga. Fokus pada fase ini adalah mempelajari semua keterampilan dasar kecabangan olahraga karena sudah siap secara perkembangan.
BACA JUGA: Bukan Sekadar Les Taekwondo Anak, Ini Keunggulan Gido Taekwondo
4. Train to Train (12-16 tahun):
Fokus pada fase ini adalah performa. Individu dapat mengembangkan kapasitas fisik anak (fokus pada pengkondisian aerobik, kekuatan dan kecepatan) dan keterampilan spesifik cabang olahraga.
5. Train to Compete (16-23 tahun):
Pada fase ini, individu suda siap untuk berkompetisi. Fase ini memfokuskan pada program latihan dan kompetisi untuk menerapkan keterampilan, strategi dan taktik yang dipelajari saat latihan dalam situasi kompetitif.
6. Train to Win (18+ tahun):
Usia ini adalah puncak performa seorang atlit. Sebab, persiapan kebugaran dan keterampilan olahraga, serta performa individu sudah dalam tahap maksimal. Selain itu, mental dan fisik juga dalam tahap yang optimal.
7. Active for Life: Tetap aktif seumur hidup.
Individu dalam tahap ini dapat menjadi teladan bagi sekitarnya untuk tetap aktif berolahraga. Bahwa olahraga tidak hanya sebagai obat atau menjaga kebugaran dan kesehatan, tetapi juga sebagai gaya hidup.
Mengadopsi LTDSPA sebagai Kurikulum Taekwondo
Dengan metode LTDSPA ini, Gido memprioritaskan pertumbuhan jangka panjang anak, baik fisik atau mental. Melalui bimbingan pelatih sabar yang juga peduli pada edukasi nutrisi dan pola asuh, anak akan berlatih dengan baik.
Melalui kurikulum ini, Gido juga menekankan perkembangan adalah sebuah proses yang membutuhkan waktu.
Aktivitas fisik dan olahraga harus disesuaikan dengan tahap perkembangan individu, dan literasi fisik harus dikembangkan di tahun-tahun awal perkembangan.
Gido berpendapat bahwa lebih baik membiarkan anak berkembang lebih lambat namun sesuai dengan perkembangan fisiologis dan psikologisnya. Daripada memaksa anak untuk berkembang lebih cepat, namun berdampak negatif di masa depannya.
Bagi orang tua yang ingin melihat langsung bagaimana kurikulum ini diterapkan, Gido Taekwondo Academy juga membuka kesempatan free trial (kelas gratis) bagi anak-anak yang ingin mencoba berlatih.
Melalui sesi ini, anak dapat merasakan suasana latihan sekaligus mengenal metode pembelajaran yang disesuaikan dengan tahap perkembangan mereka.

