GIDO TAEKWONDO – Tahukah kamu bahwa Zlatan Ibrahimovic, seorang pemain bola asal swedia, adalah seorang atlet taekwondo yang sudah mempunyai sabuk hitam taekwondo.
Tak mengherankan memang, seorang penyerang yang pernah bermain untuk Manchester United (MU), Paris Saint Germain (PSG), Barcelona dan AC Milan ini memiliki tubuh yang atletis dan kekar, tetapi lincah dan gesit gerakannya.
Mari kita simak tentang perjalanan bela dirinya yang kemudian ikut andil dalam gaya permainan sepak bolanya.
Mendapat Sabuk Hitam di Umur 17 Tahun
Sebelum terkenal sebagai pesepak bola, pria yang bertinggi 197 cm ini sudah menekuni Taekwondo bersamaan dengan sepak bola.
Ia cukup serius mempelajari bela diri Taekwondo, sehingga sejak berusia 17 tahun, Ibrahimovic sudah menyandang sabuk hitam taekwondo. Penyerang handal ini pernah belajar taekwondo di Enighet, sebuah klub Taekwondo di Malmo.
“Dia sudah belajar dengan tekun latihan taekwondo dan di saat yang lain dia juga belajar sepak bola. Jadi sudah terlihat jelas bakatnya sejak kecil, dia hebat di taekwondo dan juga sepakbola,” kata Leif Almo, Presiden dari Unity Sport Center di Malmo, melansir dari bola.net.
Melansir dari liputan6.com, hobi bela dirinya ternyata terinspirasi dari mengidolakan petinju legendaris Muhammad Ali.
“Muhammad Ali adalah salah satu panutan dan olahragawan idola saya. Dan di luar ring pun, dia selalu percaya pada prinsipnya dan tidak pernah menyerah untuk mempertahankannya,” ujar Ibrahimovic kepada Eurosport.
BACA JUGA: 6 Artis Indonesia yang Jago Bela Diri, dari Silat hingga Taekwondo
Taekwondo yang Mempengaruhi Gaya Permainan Sepak Bola Ibrahimovic
Ibrahimovic menjadi salah satu striker top di dunia, bukan hanya karena jumlah golnya, tetapi juga aksi menakjubkannya ketika mencetak gol.
Untuk seorang pesepak bola dengan tinggi semampai, tidak seharusnya Ibrahimovic bergerak dan membuat tendangan-tendangan spektakuler seperti itu. Hal ini adalah salah satu keuntungannya sudah mempelajari Taekwondo.
Ibrahimovic ini memiliki kelincahan, fleksibilitas, dan ketepatan waktu yang luar biasa. Ia mampu merebut bola di udara yang tidak dapat dijangkau orang lain dan mencetak gol yang jarang kita lihat sebelumnya.
Yang paling terkenal adalah golnya saat mudah ketika ia menggojek banyak pemain lawan saat ia berumur 22 tahun di Ajax 2004. Yang tak kalah gila adalah gol-gol akrobatiknya yang menerapkan tendangan-tendangan taekwondo.
Gol yang paling mencengangkan, adalah gol yang menjadikan ia menjadi pemenang gol terbaik Puskas Award. Ia melakukan bicycle kick atau salto di luar kotak penalti saat membawa Swedia menang atas Inggris dengan skor 4-2.
Gol paling khas dengan tendangan Taekwondo yang ia miliki, adalah ketika ia mencetak gol ke 500 sepanjang karirnya, sewaktu bermain di LA Galaxy, Amerika Serikat.
Ibrahimovic mendapat umpan saat menerobos kotak penalti. Kemudian, ia mengakhirinya dengan tendangan memutar badan (spinning heel kick).
Gol-gol tersebut tidak akan mungkin terjadi tanpa latar belakang Taekwondo-nya. Tony Strudwick, mantan Head of Performance Manchester United, telah melihat striker ini dari dekat.
Melansir dari archive.trainingground.guru, ia mengatakan kepada Training Ground Guru: “Zlatan sangat kuat dalam seni bela diri campuran – Anda tentu tidak ingin melawannya.”
Kesehatan Fisik dan Kekuatan Mental di Ujung Karirnya
Meskipun Ibrahimovic telah pensiun pada tahun 2023 dan menjadi Dewan Penasihat AC Milan setelahnya, ia masih aktif dalam berolahraga fisik. Tak hanya sepak bola, ia juga masih aktif di bela diri Taekwondo.
Ibrahimovic nyatanya masih punya fisik yang prima pada usia 40-an tahun. Otot-ototnya pun masih kekar dan tubuhnya masih bugar.
Melansir dari rm.id, Ibrahimovic mengaku bahwa ia masih menjaga kebugaran dan staminanya. Ibrahimovic masih rutin berlatih jurus-jurus taekwondo. Ibra mengaku, dirinya punya kemampuan ‘khusus’.
“Kaki saya cepat dan bergerak dengan sangat baik. Saya punya keuntungan, dengan tinggi 1,97 meter tetapi bisa bergerak seperti orang dengan tinggi 1,6 meter,” paparnya pada Tribuna.
Tak hanya fisiknya, mental kuatnya juga turut andil dalam keberhasilan karirnya. Ini datang dari kerja keras, kepercayaan diri dan kedisiplinannya, sejalan dengan apa yang Taekwondo ajarkan.
“Anda harus membela diri sendiri; Anda ingin membuktikan diri sebagai yang terbaik, dan saya selalu suka bermain sepak bola di sekolah dan di jalanan. Saya memiliki kepercayaan diri seperti, ‘Saya yang terbaik, siapa yang lainnya?’” ujar Ibrahimovic saat wawancara bersama CBS Morning, dilansir dari ligaolahraga.com.
Menurutnya itu sangat penting di dunia olahraga,“Saya dulu bermain di tempat Christian [Pulisic, penyerang timnas Amerika Serikat] bermain sekarang, 50% adalah mental. Jika Anda tidak kuat, Anda tidak akan bertahan hidup.”
“Saya pikir itu dimulai sejak usia dini, lalu tergantung seberapa jauh Anda ingin membawanya. Saya percaya pada disiplin dan kerja keras,” lanjutnya.
Pernyataannya terbukti saat usia 35 tahun dan 125 hari, ia menjadi pemain tertua dalam sejarah Premier League yang mencetak 15 gol dalam satu musim.
Ia menjuarai Seria A Italia 2021/2022, dengan AC Milan di usia 40 tahun sebelum pensiun dari sepak bola di tahun 2023.

