GIDO TAEKWONDO – Virtual Taekwondo secara resmi telah dimasukkan ke dalam program Asian Games Aichi-Nagoya 2026, sebagai cabang olahraga inovatif dan inklusif.
Hal tersebut menandai pencapaian besar lainnya bagi disiplin inovatif yang dikembangkan oleh World Taekwondo.
Virtual Taekwondo adalah olahraga digital yang menggabungkan teknik-teknik Taekwondo, dengan teknologi realitas virtual (virtual reality / VR).
Tak hanya itu, olahraga ini juga dillengkapi dengan sistem pelacak gerakan (motion tracking). Sistem ini menerjemahkan gerakan mereka ke dalam arena virtual.
Peserta akan bertanding dalam area berbentuk persegi 4m x 4m. Kemudian mereka mengenakan sensor gerak pada tubuh bagian atas, lutut dan kaki.
Pertandingan akan berlangsung dalam format best of three (terbaik dari tiga ronde). Setiap ronde berdurasi 60 detik tiap ronde, yang pemenangnya ditentukan berdasar sisa health bar atlet.
Debut bela Diri Virtual
Virtual Taekwondo pertama kali muncul di panggung internasional pada ajang Olympic Esports Series oleh IOC di Singapura pada tahun 2023.
Kejuaraan Dunia Virtual Taekwondo perdana, yang diadakan di Singapura pada November 2024 berhasil menarik lebih dari 120 atlet dari 23 negara.
Hal ini membuktikan pertumbuhan global yang pesat dan daya tarik dari disiplin olahraga ini.
Melansir dari indonesian.korea.net, kejuaraan tersebut dibagi menjadi lima kategori usia yang berbeda. Kejuaraan ini meliputi beregu campuran remaja (13-15 tahun) serta beregu putra dan putri (16-35 tahun).
Selain itu, nomor perorangan, hingga nomor beregu campuran dewasa untuk usia 36 tahun ke atas juga diperlombakan.
BACA JUGA: Luncurkan Virtual Taekwondo Central, Taekwondo Siap Masuk Olimpiade Esports
Resmi Menjadi Bagian dari Asian Games 2026
Melansir dari olympics.com, Olimpic Council of Asia (OCA) telah mengonfirmasi bahwa olahraga Virtual ini akan ikut dipertandingkan dalam Asian Games ke-20 Aichi-Nagoya 2026.
Pertandingan virtual ini akan bersifat campuran (mixed-gender) dalam format individu, dengan turnamen sistem gugur (knockout tournament) yang diikuti oleh 16 pemain.
Melansir worldtaekwondo.org, Presiden World Taekwondo, Dr. Chungwon Choue, menyambut baik pengumuman tersebut dan berkomentar:
“Kami sangat senang karena Virtual Taekwondo telah dimasukkan ke dalam program resmi Asian Games, dan saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Komite Penyelenggara dan OCA atas dukungan mereka.
“Virtual Taekwondo mewakili bentuk olahraga baru yang inklusif, memberikan peluang bagi para atlet dari segala usia dan gender untuk berpartisipasi dan berprestasi,” lanjutnya.
Virtual Taekwondo bergabung dengan padel dan teqball sebagai cabang olahraga baru yang ditambahkan ke dalam Asian Games.
Kompetisi virtual tersebut akan berlangsung pada tanggal 2 Oktober, di Toyohashi City General Gymnasium, Jepang.
Oleh: Robi Andika

