GIDO TAEKWONDO – Terdapat berbagai metode pengasuhan yang bisa diterapkan orang tua. Gentle parenting bisa menjadi pilihan jika ingin lebih fokus, pada pendekatan secara emosional antara orang tua dan anak.
Mengutip dari svp.education, pada dasarnya gentle parenting mengajarkan orang tua, untuk memperlakukan anak dengan tingkat empati, dan rasa hormat seperti kepada sesama orang dewasa.
Oleh karena itu, terdapat beberapa tips untuk mengasuh anak dengan pola asuh gentle parenting, untuk mencapai hubungan yang baik antara anak dan orangtua.
Melansir dari halodoc.com, adapun tips untuk mengasuh anak bagi orang tua yaitu:
Menjadi Teladan yang Baik
Tunjukkan perilaku, etika, dan emosi yang baik, karena anak akan cenderung belajar, dari apa yang orang tua lakukan, daripada apa yang dikatakan.
Orang tua dituntut untuk menjadi role model dalam kehidupan sehari-hari. Alih-alih menuntut secara verbal, orang tua harus mampu memberikan contoh nyata.
Misalnya, orang tua ingin mengajarkan anak sopan santun, maka orang tua juga harus bersikap sopan kepada orang lain, ataupun tidak melanggar batasan yang telah ditetapkan diri sendiri
Membangun Komunikasi yang Baik
Bangun dialog dua arah dengan anak, agar ikatan emosional terjalin secara kuat. Selain itu, memberikan perhatian, serta mendengarkan anak sepenuhnya ketika berbicara.
Orang tua bisa meluangkan waktu khusus untuk bermain bersama, menjadi pendengar yang baik saat anak bercerita.
Adapun upaya yang bisa dilakukan untuk membangun komunikasi efektif, adalah memberi perhatian pada anak dengan cara, memperkuat ikatan melalui momen-momen berharga.
Momen-momen bahagia dan berkualitas akan membangun rasa percaya anak, sehingga anak merasa aman dan akan lebih berani untuk jujur dan terbuka.
BACA JUGA: Mengenal 4 Macam Pola Asuh Secara Umum
Menerima Perasaan Anak
Validasilah perasaan anak, yaitu membuat anak merasa diterima apa adanya, meskipun orang tua tidak selalu setuju dengan perilakunya.
Tunjukkan bahwa orang tua memahami perasaan anak, ketika anak sedang marah atau sedih. Tanggapi perasaan tersebut dengan empati, sehingga anak mampu mengekspresikan emosinya.
Hal tersebut akan membangun rasa percaya, bahwa anak didukung sepenuhnya oleh orang tua.
Memberikan Aturan Jelas Secara Disiplin
Gentle parenting bukan berarti membiarkan anak untuk bertindak semaunya. Aturan tetap ditegakkan melalui batasan yang tegas.
Menetapkan batasan yang jelas yang dilakukan secara disiplin, serta memberitahu konsekuensi atas segala tindakan yang dilakukannya sangatlah penting. Batasan tersebut bersifat memandu bukan untuk mengendalikan.
Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberi bimbingan dan teladan secara nyata, tidak dengan menuntut secara paksa, karena tidak akan memberikan anak nilai pemahaman.
Menjaga Kesehatan Diri
Luangkan waktu untuk merawat diri, agar memiliki energi yang cukup, sebab menjadi orang tua yang baik memerlukan tenaga dan juga kesabaran yang tinggi.
Tanpa tubuh yang bugar otak akan kesulitan merespon stres, sehingga respon otomatis akan menjadi mudah membentak atau marah-marah.
Beristirahat mampu membantu menurunkan kortisol, sehingga orang tua mampu merespon situasi sulit dengan kepala dingin.
Selain kesehatan fisik, kesehatan mental adalah faktor pendukung utama dalam menerapkan gentle parenting. Ketenangan serta pikiran positif adalah fondasi ikatan antara orang tua dan anak.
Menjaga kondisi mental agar tetap stabil akan membantu orang tua, untuk memahami perilaku dan watak anak.
Oleh: Robi Andika

