Atlet usia muda

Peran Orang Tua Atlet Usia Muda dalam Mendukung Perkembangan Anak

GIDO TAEKWONDO – Peran orang tua atlet usia muda pada perkembangan karir anak sangatlah penting, karena orang tua adalah support system terdekat dengan anak.

Orang tua atlet usia muda yang berperan baik, dapat menjadi tempat pertama mereka mengatasi tekanan yang meningkat dari tingkat kompetensi yang tinggi. Bagi mereka, orang tualah jalan keluar mereka mengatasi stress.

Untuk menjadi partner terbaik bagi anak, orang tua harus mengetahui apa saja yang perlu dilakukan untuk mereka. Melansir dari Instagram @sportex.id, berikut berberapa peran orang tua atlet usia muda untuk anak menurut Association for Applied Sport Psychology (AASP):

Biarkan Anak Memilih Olahraga yang Disukai

Seiring dengan bertumbuhnya anak, mereka akan memiliki kemandirian dan pilihan sendiri. Mereka akan memiliki minat dan kegemaran yang mereka ingin coba, tak terkecuali olahraga.

Sebagai orang tua, berikan anak memiliki kesempatan kepada anak untuk memilih dan dukunglah pilihannya. Apabila anak tidak memilih olahraga sebagai hobinya, orang tua juga wajib untuk mendukungnya.

Melansir dari rightforeducation.org, anak yang memilih bidang kegemarannya akan lebih nyaman belajar ke tingkat yang lebih tinggi dalam bidang tersebut.

Bahkan, keinginan mereka untuk belajar lebih banyak meningkat, yang pada akhirnya dapat menjadikan mereka lebih unggul di bidangnya.

Sebaliknya, jika pilihan tersebut dipaksakan oleh orang tua dan tidak sesuai dengan minat anak, kurangnya motivasi akan terlihat.

Sekalipun semua sumber daya yang dibutuhkan telah disediakan, beberapa anak tetap kesulitan memenuhi harapan orang tua mereka.

Ajarkan Anak Menghormati Pelatih

Salah satu peran orang tua adalah menjadi teladan anaknya. Dalam usia muda, anak adalah peniru terbaik dari lingkungannya, termasuk orang tua yang menjadi circle paling dekatnya.

Sebagai orang tua atlet muda, kedua orang tua sebaiknya mencontohkan kepada anak bagaimana menunjukkan hormat kepada pelatihnya.

Dengan rasa hormat, kepercayaan akan tumbuh. Ketika kepercayaan sudah tumbuh, anak akan lebih mudah untuk mendengarkan dan mempercayai nasihat serta instruksi dari pelatihnya.

Semakin banyak masukan dan koreksi dari pelatih yang anak terima, maka kemajuan dan performa anak dalam olahraga akan meningkat.

BACA JUGA: 6 Peran Penting Orang Tua di Setiap Tahap Perkembangan Anak

Mengizinkan Anak untuk Membuat Kesalahan

Baik pada latihan maupun pertandingan, anak akan banyak menjumpai kesalahan. Di saat itulah, respon dari orang tua sangat menentukan perkembangannya.

Ketika anak melakukan kesalahan, tanyakan kepada mereka apa yang dia perlu lakukan dari kesalahan itu dan apa yang bisa dia pelajari dari pengalaman tersebut.

Selain itu, tanyakan juga apakah dia butuh umpan balik, berupa saran atau rekomendasi. Pastikan untuk tidak mengkritik anak dan juga menyalahkan.

Umpan balik bisa juga berupa pandangan orang tua, seperti apa yang bisa ia lakukan dengan cara berbeda, ataupun apa pendapat orang tua tentang hal yang bisa dipelajari dari kesalahan itu.

Bersikap Terbuka dan Positif terhadap Proses anak

Untuk mendukung perkembangan anak dalam olahraga, orang tua harus mempunyai sikap tertarik dan mendukung, santai, menyenangkan, pengertian dan terbuka.

Bersikaplah menerima dan menghargai proses belajar dan kemampuan fisik anak. Apresiasi dan nikmati partisipasi dan juga keberhasilan anak, bahkan pada hal kecil sekalipun.

Kesimpulan

Peran orang tua atlet usia muda sangat penting dalam mendukung perkembangan anak dalam olahraga pilihannya, baik dari sisi fisik maupun mental.

Dengan memberikan kebebasan memilih, menanamkan sikap hormat, serta membangun komunikasi yang positif, anak akan merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam menjalani proses latihan.

Selain itu, orang tua juga perlu memahami bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Dukungan yang penuh pengertian dan apresiasi terhadap setiap usaha anak akan membantu mereka berkembang secara optimal.

Dengan pendekatan yang tepat, anak tidak hanya berpotensi menjadi atlet yang berprestasi, tetapi juga pribadi yang kuat dan mandiri di masa depan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *