GIDO TAEKWONDO – Banyak orang mendambakan umur panjang, namun memiliki umur panjang belum tentu juga diiringi oleh kualitas fisik yang prima.
Di sinilah konsep health span atau masa hidup sehat menjadi hal yang perlu diperhatikan. Dengan melatih otot tubuh, menghadapi usia senja pun akan tetap prima, aktif dan mandiri.
Melansir dari jawapos.com, menurut Dr. Corey Rovzar dari Stanford University, health span ialah masa hidup yang bebas dari penyakit atau gangguan serius yang memengaruhi kualitas hidup.
Pada dasarnya seiring bertambahnya usia, badan akan mengalami perubahan. Umumnya pada usia 30-40 tahun, tubuh akan mengalami penurunan masa otot atau sarkopenia.
Hal tersebut berpengaruh terhadap fungsi, kekuatan, kecepatan dan kekuatan eksplosif tubuh. Selain itu, banyaknya kasus diabetes akhir-akhir ini, juga tak lepas dari kurangnya gaya hidup sehat serta olahraga.
Melansir dari kompas.id, terdapat kenaikan jumlah anak penderita diabetes tipe 1 di Indonesia. Terdapat 1.249 pasien pada periode 2017–2019 dan meningkat menjadi 1.948 pada tahun 2025.
Oleh sebab, itu berolahraga dengan melatih otot merupakan kunci untuk memperpanjang masa hidup sehat. Berikut adalah beberapa manfaat yang didapat dari melatih otot bagi tubuh:
Mencegah Tulang Keropos
Memperkuat otot mampu menangkal pengeroposan tulang karena tekanan saat berlatih merangsang tulang menjadi lebih kokoh dan padat.
Latihan beban dan kekuatan seperti jalan cepat, squat, push up, angkat beban ringan, serta latihan keseimbangan merupakan jenis latihan otot yang efektif untuk mencegah tulang keropos.
BACA JUGA: 6 Efek Kurang Olahraga bagi Kesehatan yang Wajib Kamu Ketahui
Meningkatkan Sensitivitas Insulin dan Kontrol Gula Darah
Melatih otot juga berarti meningkatkan toleransi terhadap glukosa. Semakin banyak masa otot yang dimiliki, semakin besar kapasitas tubuh menyimpan glukosa.
Otot akan menyerap gula darah secara langsung tanpa memerlukan insulin dalam jumlah banyak.
Beberapa rekomendasi latihan otot untuk meningkatkan sensitivitas insulin dan kontrol gula darah adalah latihan kekuatan menggunakan beban (weight lifting), resistance bands, atau berat tubuh sendiri.
Menguatkan Fungsi Otak
Melatih otot dapat memicu pertumbuhan sel otak baru melalui produksi protein Brain-Derived Neurothropic Factor (BDNF). Protein tersebut bertanggung jawab terhadap fokus, memori, serta koneksi saraf pada otak.
Dalam video YouTube di channel @duniaaderai6302, Ade Rai menyatakan modalitas koneksi otak adalah hormon BDNF dan High Growth Hormone (HGH) yang 95 % didapatkan melalui Miokin oleh kontraksi otot atau stimulasi.
Dapat disimpulkan bahwa stimulasi otot melalui olahraga angkat beban merupakan metode paling efektif untuk mendorong produksi hormon, serta mendukung kesehatan dan peremajaan otak.
Oleh: Robi Andika

