diklat pelatih taekwondo jawa timur

Pelatih Gido Asah Kualitas Kepelatihan Melalui Diklat Pelatih Taekwondo Jawa Timur

GIDO TAEKWONDO – Diklat Pelatih Taekwondo Jawa Timur 2026 menjadi salah satu langkah Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Timur (Pengprov TI Jawa Timur) dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet.

Kegiatan bertema “Membangun Pelatih Taekwondo yang Profesional, Berintegritas, dan Berdaya Saing Menuju Prestasi Jawa Timur” ini berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C, Kabupaten Malang.

Pelatih dari Gido Taekwondo Academy pun ikut serta dalam kegiatan ini. Tak hanya meramaikan, pelatih Gido juga bertekad untuk menambah kompetisi mereka, guna meningkatkan pembinaan kepada atlet Gido sendiri.

Diikuti oleh Ratusan Pelatih dari Jawa Timur

diklat pelatih taekwondo jawa timur

Kegiatan pendidikan, pelatihan, dan penyegaran pelatih ini diikuti oleh 199 peserta. Peserta yang hadir terdiri dari 120 peserta diklat dan 79 peserta penyegaran. Para peserta merupakan delegasi dan calon pelatih dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Diklat ini menjadi bagian dari program pembinaan dan peningkatan prestasi Pengprov TI Jawa Timur untuk menyamakan standar kepelatihan. Pelatihan ini juga bertujuan memperbarui kompetensi pelatih, dalam menghadapi perkembangan taekwondo yang semakin kompetitif.

Pelatih memiliki peran penting dalam menentukan kualitas pembinaan atlet.

Selain kemampuan individu, kompetensi pelatih dalam menyusun program latihan, menerapkan metode yang tepat, membangun karakter, serta memahami perkembangan ilmu pengetahuan olahraga ikut andil dalam keberhasilan atlet.

Ketua panitia pelaksana, Sabeumnim Agus Ido Ruslan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menyamakan visi, persepsi, dan standar kepelatihan taekwondo di seluruh Jawa Timur.

Pelatih Gido Taekwondo juga turut ikut dalam diklat ini. Tiga Pelatih dari Gido adalah Sabeum Tumiyar, Sabeum Rizqi dan Sabeum Yusril.

Materi Diklat yang Beragam, dari Sport Science hingga Business Coaching

diklat pelatih taekwondo jawa timur

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi teori dan praktik yang disampaikan oleh instruktur, serta narasumber sesuai bidang keahliannya.

Diklat dan penyegaran ini, menjadi sarana untuk memperbarui pemahaman pelatih mengenai regulasi pertandingan terbaru Kyorugi dan Poomsae. Kegiatan ini juga menjadi salah satu persyaratan pembaruan lisensi kepelatihan daerah.

Pelatihan ini, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dalam aspek teknis dan nonteknis kepelatihan. Tak hanya teori saja, praktik teknik dan pembenahan fundamental Kyorugi serta Poomsae juga dilakukan dalam diklat pelatih ini.

Salah satu poin penting dalam diklat ini adalah pentingnya memperbaiki kemampuan dasar sebelum mengembangkan teknik yang lebih kompleks.

Penguasaan dasar yang baik menjadi fondasi bagi atlet untuk mengembangkan kemampuan teknik, kekuatan, dan performa secara lebih optimal.

Selain aspek teknis, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai cara memotivasi atlet dan membangun komunikasi yang baik dengan orang tua.

Dukungan dari lingkungan keluarga menjadi salah satu faktor yang dapat membantu atlet mempertahankan semangat belajar dan berkembang.

Selain itu, pelatih juga pulang dengan membawa bekal pengetahuan sport science serta leadership and business mastery coaching, yang diberikan oleh para Coach berpengalaman.

BACA JUGA: Membanggakan, 18 Atlet Gido Borong 18 Medali di Indonesia Super Fight 4

Narasumber Spesial Penuh Ilmu

diklat pelatih taekwondo jawa timur

Diklat ini juga menghadirkan sejumlah narasumber yang spesial. Sabeumnim Agus Ido Ruslan dari Komisi Diklat Pengprov TI Jawa Timur dan Sabeumnim Arland dari Komisi Kepelatihan Pengprov TI Jawa Timur hadir dalam acara ini.

Sabeumnim Agus Ido Ruslan dan Sabeumnim Arland menekankan pembenahan fundamental strength serta basic kick sebagai bagian penting dalam meningkatkan kualitas latihan.

Pengalaman Internasional juga diberikan oleh Sabeumnim Alvan Nahari yang memiliki lisensi wasit internasional untuk regulasi pertandingan Kyorugi dan Poomsae. Ada juga Sabeumnim Lee Jun Woo dari Gwangju University yang datang dari Korea Selatan.

Materi lainnya disampaikan oleh Coach Amrullah Albaitomi dalam bidang sport science dan Dr. Eka Kurnia Darisman dalam bidang psikologi olahraga.

Coach Candra Putra Negara juga hadir memberikan insight bidang kepemimpinan dan pengembangan bisnis. Menurut beliau pelatih tidak hanya bertanggung jawab mengajarkan teknik, tetapi juga membantu atlet mengembangkan potensi, karakter, dan kepercayaan diri.

“Jangan menjadi coach yang hebat, jadilah coach yang menjadikan orang lain hebat,” ujar beliau.

Hal ini menyiratkan bahwa pembinaan taekwondo tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan. Akan tetapi, juga ada proses pertumbuhan atlet secara berkelanjutan yang dimulai oleh pelatihnya sendiri.

Pelatih yang baik perlu menciptakan lingkungan latihan yang mendukung proses belajar, memberikan motivasi secara tepat, serta membantu atlet mengenali dan mengembangkan kemampuan mereka.

Upgrading Kompetensi Pelatih Gido Taekwondo

diklat pelatih taekwondo jawa timur

Pelatih Gido, Sabeum Yusril menyampaikan bahwa diklat ini memberikan wawasan baru mengenai hal-hal mendasar yang perlu diperbaiki dalam proses pembinaan atlet di dojang.

“Membuka wawasan baru tentang hal yang perlu diperbaiki di dojang agar atlet kami lebih baik dari memperbaiki basic strengh, basic kick serta memberikan motivasi atlet beserta orang tua nya agar terus belajar dan berkembang,” terangnya.

Sabeum Tumiyar, Founder dan CEO Gido, menyampaikan bahwa Diklat Pelatih Taekwondo Jawa Timur 2026 memberikan pengalaman yang berbeda pada setiap sesinya.

Sabeum Tumiyar menyatakan bahwa sesi-sesi tentang kepelatihan, beberapa materinya sudah pernah didapatkan. Akan tetapi, materi itu dapat dijadikan sebagai bahan pengingat dan refresh ulang pengetahuan yang sudah dipunyai.

Menurutnya, sesi yang cukup menarik dibanding sesi lain adalah ada satu sesi tentang bisnis di taekwondo. Sesi ini diisi oleh praktisi pengusaha sekaligus YouTuber, channel Success Before 30 yaitu Coach Candra Putra Negara.

“Dalam sesi tersebut saya sebagai CEO Gido introspeksi ke dalam sistem gido sambil sekaligus, Alhamdulillah, penuh syukur ternyata apa yang gido jalankan dengan tim sudah berada di jalur yang benar sesuai dengan pakem bisnis yang dijelaskan oleh pemateri dan tinggal melanjutkan saja.” jelasnya tentang perkembangan Gido.

Wawasan untuk Meningkatkan Kualitas Pelatihan Gido Taekwondo

diklat pelatih taekwondo jawa timur

Diklat Pelatih Taekwondo Jawa Timur 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan peningkatan kompetensi selama tiga hari. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta perlu diterapkan kembali dalam proses pembinaan di dojang masing-masing, terutama bagi Gido sendiri.

Para pelatih Gido nantinya akan menyampaikan materi yang telah dipelajari kepada atlet, mengevaluasi kembali fundamental latihan, mengikuti perkembangan regulasi pertandingan, serta menerapkan pendekatan kepelatihan yang lebih sistematis.

Dengan standar kepelatihan yang semakin baik, proses pengembangan atlet Gido dapat berjalan lebih terarah dan mendukung perkembangan anak. Harapannya, Gido dapat menjadi penyumbang atlet nasional yang dapat meraih medali.

“Selesai diklat, pulang dengan membawa semangat tambahan untuk bagaimana menjadi pelatih dan sebagai manusia berdampak. Champion by design.” kata Sabeum Tumiyar, penuh semangat dan harapan.

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tanya Jadwal