GIDO TAEKWONDO – Hidup di era yang serba digital, terkadang membuat pikiran terasa penuh dan sesak. Secara tidak sadar, otak dipaksa untuk bekerja keras tanpa henti.
Arus informasi yang cepat hingga kesibukan harian yang padat, mampu memberikan stimulasi yang tinggi setiap hari. Efeknya, pikiran jadi gampang lelah, susah fokus, dan stres meski minim aktivitas.
Oleh sebab itu, menerapkan low stimulation lifestyle bisa menjadi langkah awal yang bijak.
Dengan mengurangi stimulasi berlebihan , metode ini berfungsi untuk memberikan tubuh dan pikiran waktu agar beristirahat.
Melansir dari idntimes.com, terdapat lima langkah untuk meraih ketenangan pikiran yaitu:
Matikan Notifikasi yang Tidak Penting
Notifikasi yang sering muncul pada gadget, dapat mengalihkan perhatian walaupun hanya sesaat.
Jika dibiarkan seharian, otak akan cepat lelah karena secara tidak sadar, dipaksa untuk berpindah fokus secara terus-menerus (multi-tasking).
Selain itu, tanpa disadari waktu akan terbuang sia-sia, karena aktivitas dikerjakan secara terputus-putus dan tidak kunjung selesai.
Solusinya, matikan seluruh notifikasi dari aplikasi yang tidak mendesak. Lebih sedikit ganguan berarti fokus akan lebih terjaga, dan pikiran akan bebas dari overstimulasi yang membuat lebih rileks.
Mengatur Ruangan agar Menenangkan
Ruangan yang penuh dengan barang, bising, atau tidak beraturan dapat memicu overstimulasi yang membuat pikiran cepat lelah.
Dampaknya, tingkat konsentrasi akan menurun drastis dan mudah kelelahan, meskipun pekerjaan yang dilakukan hanya sedikit.
Maka dari itu, mengatur ruangan agar memiiki suasana yang tenang, mampu menjaga fokus sehingga produktivitas akan ikut meningkat.
Jadwalkan Waktu Bebas Layar Harian
Mayoritas orang saat ini memang banyak menghabiskan waktu di depan layar, entah untuk pekerjaan atau cuma sebatas mencari hiburan.
Akibatnya, otak akan menerima beragam stimulasi dari informasi, hingga konten digital seharian penuh. Oleh karena itu, menjadwalkan waktu bebas gadget adalah cara untuk mengistirahatkan pikiran.
Cukup luangkan waktu 20-30 menit satu hari tanpa layar, untuk mengurangi stimulasi yang berlebihan serta mengembalikan ketenangan pikiran.
Fokus pada Satu Aktivitas
Kebiasaan melakukan perpindahan tugas secara cepat (task-switching), atau melakukan aktivitas secara sekaligus mampu membuat pikiran lebih cepat lelah.
Hasilnya efektivitas pekerjaan akan menurun, akibat fokus yang selalu berpindah dari satu tugas ke tugas yang lainnya.
Maka dari itu, coba untuk menyelesaikan satu aktivitas sebelum berpindah ke yang lain.
Fokus penuh pada satu aktivitas akan membuat tugas lebih cepat selesai, dan diikuti dengan hasil yang lebih maksimal. Kebiasaan ini efektif menjaga fokus, menghemat energi dan mencegah stres.
Nikmati Hal-hal Sederhana
Low stimulation lifestyle juga melatih diri untuk menghargai momen-momen sederhana setiap hari.
Aktivitas sederhana seperti bersantai di area terbuka, menikmati kopi tanpa gangguan gadget, atau berjalan santai di sore hari, mampu menjadi langkah efektif untuk mengistirahatkan pikiran.
Dengan melatih diri untuk hadir sepenuhnya pada momen saat ini, pikiran akan menjadi lebih tenang dan rutinitas tidak lagi terasa melelahkan.
Low stimulation lifestyle bukan berarti anti teknologi atau berhenti beraktivitas, melainkan upaya menciptakan keseimbangan dalam rutinitas sehari-hari.

