mindful eating

Mindful Eating: Manfaat Menikmati Makanan dengan Kesadaran Penuh

GIDO TAEKWONDO Mindful eating adalah metode makan yang berfokus pada cara menikmati makanan, yang dilakukan dengan kesadaran penuh dan tanpa distraksi.

Salah satu contoh makan tanpa kesadaran penuh (mindless eating) yang sering dijumpai, adalah menghabiskan satu bungkus keripik saat sedang menonton film.

Hal tersebut adalah contoh nyata dari mindless eating yang dilakukan secara otomatis, yang mengakibatkan tubuh kehilangan kepekaan terhadap rasa makanan dan mengabaikan sinyal kenyang.

Mindful eating bukan hanya sekadar mengunyah makanan secara perlahan saja, metode ini ternyata memiliki banyak manfaat yang bisa didapatkan jika dilakukan secara rutin.

Melansir dari alodokter.com, terdapat beberapa manfaat menikmati makanan dengan kesadaran penuh yaitu:

Membuat Waktu Makan Penuh Perasaan Positif  

Melakukan mindful eating mampu memunculkan perasaan positif  saat makan. Sehingga, kenikmatan makanan yang dikonsumsi akan terasa memuaskan walaupun hanya dengan porsi kecil.

Melalui cara menghargai makanan dan setiap proses makannya, porsi makanan yang sedikitpun sudah cukup untuk memberikan kepuasan batin dan rasa kenyang yang maksimal.

Dengan demikian, kunci utama untuk merasa kenyang adalah pada kesadaran diri saat menikmatinya, bukan pada seberapa banyak porsi yang dikonsumsi.   

Menghilangkan Rasa Takut dan Bersalah saat Makan 

Dengan menaruh perhatian penuh saat makan makanan, mindful eating mampu menghilangkan rasa takut ataupun bersalah saat makan.

Melansir dari halodoc.com, mindful eating melatih diri untuk lebih bijak memilih makanan sehat yang berdampak positif bagi tubuh, tanpa harus menghakimi jenis makanan tertentu.

Efeknya, rasa khawatir terhadap kalori atau pantangan makanan akan berkurang, karena rencana menu makanan bernutrisi sudah dirancang sebelumnya lengkap dengan jadwal hari khusus makan tanpa menghitung kalori (cheat day).

Mengurangi Kecenderungan Makan Impulsif

Mindful eating mampu membantu mengetahui apakah perut benar-benar lapar, atau hanya sekadar nafsu sesaat saja.

Kebiasaan makan secara perlahan ini efektif mencegah kecenderungan makan impulsif, sehingga jadwal makan yang sudah dibuat dapat dijalankan secara disiplin.

Hasilnya, rutinitas makan impulsif akan berkurang dan pola hidup sehat akan terbangun. 

BACA JUGA: Calorie Counting: 5 Manfaat Menghitung Kalori Harian bagi Kesehatan

Menjaga Kelancaran Metabolisme Tubuh

Kebiasaan makan tidak terburu-buru disertai dengan porsi yang proporsional, mampu menjaga kelancaran sistem pencernaan tubuh. Hal tersebut akan menghindarkan diri dari masalah, seperti kembung, mual atau asam lambung naik.

Selain itu, jika kebiasaan ini disertai dengan pola makan yang bergizi, otomatis akan berdampak baik bagi kesehatan tubuh.

Melansir dari bbc.com, makan secara perlahan terbukti dapat mencegah lonjakan gula darah, sehingga mampu meminimalisir penyakit diabetes tipe dua. 

Mencegah Berat Badan Berlebihan

Ketika melakukan kebiasaan makan dengan kesadaran penuh, otak akan mendapatkan waktu untuk merespon tanda bahwa perut sudah kenyang. Dampaknya, kebiasaan makan berlebihan akan hilang, sehingga berat badan akan tetap stabil dan ideal.

Melansir dari nutritionsource.hsph.harvard.edu, kombinasi mindful eating dan rencana menu bergizi yang terstruktur, sangat efektif untuk mencegah kebiasaan makan yang tidak terkendali.

Oleh karena itu, mindful eating bisa menjadi metode pendukung, bagi orang yang sedang berusaha untuk menurunkan berat badan.

Menghindari Resiko Gangguan Makan Berlebihan serta Makan Emosional

Mindful eating terbukti ampuh mengatasi gangguan makan berlabihan (binge eating). Sebab, mindful eating melatih kepekaan otak terhadap sinyal lapar dan kenyang agar porsi makan tetap ideal.

Mengutip dari fithub.id, mindful eating tidak melabeli makan baik atau buruk, untuk mencegah rasa bersalah saat makan dan binge eating.

Semua jenis makanan sebenarnya boleh dikonsumsi, asalkan tetap menjaga porsi serta kesadaran saat menikmatinya.

Selain itu, kebiasaan ini juga efektif mencegah makan emosional (emotional eating), yang menjadikan makanan sebagai pelarian saat stres.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *