pelanggaran taekwondo

Peraturan Taekwondo: Peringatan dan Pengurangan Nilai

GIDO TAEKWONDO – Selain penilaian di dalam peraturan Taekwondo, pelanggaran taekwondo dalam kyorugi juga perlu diperhatikan. Hal ini agar atlet dapat mendapat poin maksimal dalam pertandingan.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pelanggaran, peringatan dan pengurangan nilai, berikut adalah penjelasan lengkapnya melansir dari rockstaracademy.com:

Penalti dan Tindakan yang Dilarang

Untuk memastikan keamanan atlet dan juga keadilan di dalam pertandingan, penalti perlu diterapkan. Dalam taekwondo, penalti dikategorikan menjadi dua jenis yaitu Kyong-go (peringatan) dan Gam-jeom (pengurangan nilai).

Kyong-go

Kyong-go adalah peringatan bagi pelanggaran ringan dan dihitung secara akumulasi. Ketika atlet melakukan pelanggaran dan mendapat dua peringatan (Kyong-go), maka barulah atlet akan mendapatkan pemotongan poin (Gam-jeom).

Adapun tindakan-tindakan yang dianggap dilarang dan mengakibatkan kyong-go adalah melangkah keluar dari garis batas, menghindari atau menunda pertandingan, terjatuh.

Selain itu, membuat komentar yang tidak diinginkan atau kesalahan apapun oleh kontestan atau pelatih juga dihitung sebagai kyong-go.

Gerakan fisik yang mengakibatkan peringatam antara lain memegang, menahan, atau mendorong lawan, menyerang di bawah pinggang, menyeruduk atau menyerang lutut, memukul wajah lawan dengan tangan.

Mengangkat lutut untuk memblokir serangan yang sah atau menghalangi kemajuan lawan juga termasuk dalam kyong-go.

Gam-jeom

Penalti pengurangan (Gam-jeom) akan memberikan satu poin tambahan kepada kompetitor lawan.

Adapun tindakan yang dilarang dan mengakibatkan hukuman adalah menyerang setelah perintah “Kal-yeo” dari wasit, menyerang lawan yang terjatuh.

Pelanggaran pengurangan poin dalam peraturan taekwondo yang lain adalah melempar lawan dengan memegang atau mengaitkan kaki penyerang atau mendorong dengan tangan, dengan sengaja memukul wajah lawan dengan tangan

Pelatih juga dapat mengurangi poin atlet karena yang mengganggu jalannya pertandingan atau perilaku atau ucapan yang kasar atau ekstrim dari kontestan atau pelatih.

BACA JUGA: Peraturan Taekwondo: Poin Penilaian dan Area Tubuh yang Sah

Akumulasi Peringatan dan Pengurangan

Jika pertandingan menggunakan PSS (Protective Scoring System), wasit akan memeriksa setiap manipulasi pelanggaran sebelum setiap ronde dimulai.

Ketika wasit menghentikan pertandingan untuk memberikan Kyong-go atau Gam-jeom, waktu pertandingan akan dihentikan. Pertandingan dapat dilanjutkan apabila wasit menyatakan “Shi-gan” hingga “Kye-sok” .

Apabila ditemukan upaya memanipulasi, wasit dapat memberikan gam-jeom dan dapat menyatakan atlet yang melakukan pelanggaran sebagai pihak yang kalah dengan penalti.

Jika atlet dengan sengaja mengabaikan peraturan atau instruksi wasit, wasit dapat menyatakan atlet tersebut sebagai atlet yang kalah dengan hukuman setelah satu menit.

Kyong-go dan Gam-jeom diperhitungkan di setiap keseluruhan tiga ronde. Kontestan dianggap kalah, bila terkena potongan nilai sampai 4 poin.

Itu artinya kontestan mengumpulkan delapan Kyong-go atau empat Gam-jeom, atau kombinasi yang setara dengan pengurangan empat poin, wasit dapat menyatakan atlet kalah melalui hukuman.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *