Kyorugi dan poomsae

Kyorugi dan Poomsae, Apa Perbedaannya

GIDO TAEKWONDO – Dalam berlatih Taekwondo, seorang atlet diwajibkan untuk menguasai dua skill taekwondo yaitu teknik Kyorugi dan Poomsae.

Akan tetapi, pada sebuah kejuaraan, seorang atlet akan dihadapkan dengan dua pilihan kategori tersebut, sebagai pilihan untuk perlombaan.

Untuk mengetahui tentang perbedaan dari kedua kategori ini, simak penjelasannya sebagai berikut:

Perbedaan Dasar

Kyorugi pada dasarnya adalah pertarungan. Dalam kyorugi, dua orang atlet akan bertarung antara satu dengan lainnya dengan melakukan kontak fisik.

Pertandingan Kyorugi dilakukan di sebuah arena khusus dan dalam durasi waktu yang ditentukan. Atlet yang bertarung juga dilengkapi dengan pelindung tubuh lengkap.

Di sisi lain, Poomsae pada dasarnya adalah jurus yang diperagakan. Dalam poomsae, seorang atau beberapa atlet memperagakan gerakan terstruktur tanpa melibatkan kontak fisik dengan lawan.

Penilaian Skor

Melansir dari instagram @taekwondoundip, fokus utama dari kyorugi adalah penerapan nyata dari teknik serangan dan juga pertahanan, sehingga dapat mengalahkan lawan dalam sebuah pertarungan yang terstruktur.

Skor pertandingan berdasarkan teknik yang akurat dan kekuatan serangan. Adapun skor dihitung dilihat dari aturan seperti tendangan yang sah, area tubuh yang dapat diserang, serta cara mencetak poin.

Sedangkan Poomsae menitikberatkan pada penguasaan serangkaian gerakan dari teknik taekwondo. Gerakan tersebut terdiri dari serangan, pertahanan, dan keseimbangan.

Dalam kompetisi Poomsae, skor dinilai dari kesempurnaan gerakan, ketepatan waktu dan kontrol tubuh.

Pembagian Kategori

Kyorugi memiliki kategori yang berbeda dengan Poomsae.

Kyorugi membagi kategorinya berdasarkan gender, batasan berat badan dan juga usia. Sedangkan Poomsae, memiliki kategori individu (1 orang), pair (2 orang), dan team (3 orang).

BACA JUGA: Sabuk Taekwondo: Warna, Tingkatan dan Filosofinya

Manfaat dan Tujuan

Melansir dari karawangpost.pikiran-rakyat.com, masing-masing skill Kyorugi dan Poomsae memiliki manfaat dan tujuan yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Poomsae dapat melatih dasar teknik, kekuatan, dan fleksibilitas. Penguasaan poomsae juga dapat mengembangkan memori otot (muscle memory), untuk reaksi yang cepat ketika menghadapi situasi tertentu.

Secara mental, atlet juga dilatih untuk menanamkan karakter disiplin, sabar, dan konsentrasi. Selain itu, poomsae juga memiliki makna filosofis dan simbolis, yang mengajarkan prinsip-prinsip etika Taekwondo melalui gerakan.

Di sisi lain, Kyorugi melatih atlet dalam meningkatkan kecepatan, refleks dan stamina. Hal ini dilatih melalui fokus dalam membaca strategi lawan, memilih waktu serangan, dan kemampuan beradaptasi saat dalam pertandingan.

Selain itu, skill Kyorugi juga dapat mengembangkan keberanian, semangat juang, dan ketenangan di bawah tekanan (Guk Gi atau Penguasaan Diri).

Kesimpulan

Dua skill ini harusnya dijalankan bersamaan. Sebab, Kyorugi dan Poomsae sejatinya saling melengkapi dan menunjang satu sama lain.

Mengutip dari karawangpost.pikiran-rakyat.com, taekwondo mengajarkan bahwa kekuatan sejati diraih di saat kesempurnaan teknik (Poomsae) bertemu dengan kemampuan untuk mengaplikasikannya dengan semangat juang yang tinggi (Kyorugi).

Dengan tak lupa pula, tetap menjunjung tinggi etika Ye Ui (Kesopanan) dan Guk Gi (Penguasaan Diri) di kedua disiplin tersebut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *