GIDO TAEKWONDO – Memasuki usia remaja, anak tidak hanya mengalami perubahan fisik, tetapi juga perubahan dalam cara menjaga privasi sebagai anak. Situasi ini sering menempatkan orang tua pada posisi yang membingungkan.
Orang tua ingin mengawasi ,demi keamanan anak. Namun, mereka khawatir tindakan tersebut justru akan melanggar hak privasi anak, dan merenggangkan hubungan dengan mereka.
Menemukan pendekatan yang seimbang antara menjaga keamanan anak, dan menghormati privasi mereka memang bukanlah hal yang mudah tetapi tetap mungkin untuk dilakukan.
Melansir dari brainacademy.id terdapat beberapa cara untuk orang tua menghargai privasi anak remaja yaitu:
Berikan Ruang Personal untuk Anak
Memberikan anak ruang untuk menyendiri di kamar yang terkunci, adalah langkah bijak untuk belajar mengenal serta mengekspresikan diri mereka sendiri dengan aman.
Mengutip dari idntimes.com, pintu kamar yang tertutup bukan berarti anak merahasiakan sesuatu. Bagi remaja, ruang pribadi adalah tempat belajar mandiri serta bentuk apresiasi dari orang tua.
Hal ini juga perlu dibarengi dengan sikap menghargai interaksi sosial mereka dengan teman-temannya.
Menahan diri agar tidak mencampuri obrolan anak dengan teman-temannya, akan membuat mereka terhindar dari rasa malu sekaligus menjaga batas privasi antar pertemanan mereka.
Diskusikan Batasan Kebebasan dan Hak Privasi
Pemberian kebebasan kepada anak harus selalu diikuti dengan diskusi mengenai batas-batasnya.
Orang tua, bisa membuat kesepakatan jelas, seperti mengizinkan pintu ditutup saat ada teman berkunjung, tetapi dengan syarat pintu tidak dikunci.
Komunikasi ini juga penting untuk menentukan, mana keputusan yang bisa diambil sendiri oleh anak dan mana yang tetap memerlukan ijin orang tua.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa orang tua mampu menghormati hak privasi anak, tanpa harus kehilangan kendali pengawasan mereka.
BACA JUGA: Mengapa Membiarkan Anak Memilih Itu Penting, Ini Manfaatnya
Tetap Pantau Anak, Tetapi Jangan Berlebihan
Keinginan orang tua untuk mengetahui kehidupan sosial anak di luar rumah adalah hal yang wajar. Meski begitu, batasan privasi anak harus tetap dijaga, dengan tidak memeriksa barang pribadi, melihat buku harian, ataupun chat anak.
Langkah pendekatan terbaik yang bisa dilakukan adalah, membangun komunikasi yang sehat secara dua arah yang mendalam dengan anak.
Kebanyakan remaja justru akan terbuka dan senang bercerita, jika orang tua mau menjadi pendengar yang baik. Melalui pendekatan yang tulus ini, kepercayaan anak akan tumbuh dengan sendirinya, tanpa orang tua harus menekan mereka.
Hargai Pilihan Anak
Perbedaan selera antara anak dan orang tua dalam berbagai hal adalah sesuatu yang sangat normal.
Memaksakan preferensi pribadi adalah hal yang mengancam ruang privasi anak, dan juga memicu kerenggangan hubungan.
Orang tua harus mampu menghormati pilihan anak, demi mendukung pembentukan identitas diri mereka.
Mengingat remaja adalah masa di mana cenderung untuk mengambil keputusan impulsif, orang tua harus tetap hadir untuk membimbing mereka memahami konsekuensi dan kesalahan.

