GIDO TAEKWONDO – Prestasi membanggakan didapatkan oleh Kontingen Indonesia dalam ajang SEA Games 2025, yaitu pada cabang olahraga Taekwondo.
Taekwondo Indonesia berhasil menyumbangkan dua medali emas di nomor Kyoguri dan Poomsae. Uniknya, prestasi ini salah satunya diraih oleh Arya Danu Susilo, Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Ciangir, Banten.
Melansir dari news.detik.com, medali ini disumbangkan oleh Arya, atlet taekwondo yang juga Calon Aparatur Sipil Negara Lapas Terbuka Ciangir, Banten pada nomor Kyorugi Putra kelas 74 kg.
Debut Membanggakan pada SEA Games 2025
Arya Danu Susilo berhasil menumbangkan atlet Vietnam sebelum meraih kemenangan, dengan kemudian menyumbangkan emas bagi kontingen Indonesia.
Melansir dari metronews.com, Arya merasakan tekanan yang besar ketika menghadapi partai final ini. Sebab, pencapaian ini adalah target yang ditetapkan sebelum keberangkatannya menuju Thailand.
“Itu rasanya luar biasa deg-degan, nervous. Tapi saya bisa melakukan dengan baik final,” kata Arya.
Medali ini menjadi sangat spesial bagi Arya sendiri, karena pertandingannya di SEA Games 2025 adalah debut pertamanya pada ajang ini. “Iya, emas pertama. Iya, saya baru debut tahun ini,” ujar Arya kepada wartawan.
Menjuarai kompetisi Internasional bukan menjadi kali pertama bagi Arya. Sebelumnya, Arya pernah meraih gelar juara pada kejuaraan taekwondo di Korea Selatan dan China.
Karena prestasi ini, Arya mendapatkan bonus Rp1 miliar yang dijanjikan Presiden Prabowo Subianto. Arya berencana untuk menyimpan uang tersebut. “Mau ditabung rencana,” ujarnya.
BACA JUGA: Penuhi Target, Taekwondo Indonesia Raih 2 Emas di SEA Games 2025
Inspirasi Bagi Kaum Muda dan Aparatur Negara
Keberhasilan Arya di cabang olahraga Taekwondo pada SEA Games 2025 membawa pesan kuat bahwa keterbatasan profesi bukan penghalang untuk berprestasi di olahraga.
Prestasi Arya sangat di apresiasi oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten, Muhammad Ali Syeh Banna. Hal ini menunjukkan bahwa profesi pemasyarakatan tidak menghalangi untuk berprestasi di tingkat internasional.
“Prestasi Arya Danu Susilo selaras dengan semangat Pemasyarakatan, di mana pegawai tidak hanya dituntut profesional dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga mampu berkontribusi mengharumkan nama bangsa dan institusi melalui prestasi nyata,” kata Ali.
Ali berharap prestasi dari Arya menjadi inspirasi tak hanya generasi muda, tetapi juga jajaran Pemasyarakatan untuk terus berprestasi, baik di bidang olahraga maupun pengabdian kepada negara.
Tak hanya sebagai berprofesi di Pemasyarakatan, Arya juga menjadi Mahasiswa Prodi S1 Ilmu Hukum Universitas Terbuka, Jakarta.
Arya Danu Susilo membuktikan bahwa mahasiswa mampu bersinar di kancah Internasional dan menjadi representasi generasi muda Indonesia.

