GIDO TAEKWONDO – Masing-masing anak memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan rasa cinta. Hal ini sering disebut dengan bahasa cinta atau Love Language anak.
Melansir dari mamasewa.com, istilah love language pertama kali dikenalkan oleh penulis, Gary Chapman. Menurutnya, masing-masing orang memiliki caranya sendiri untuk mengungkapkan dan menerima kasih sayang.
Kegagalan dalam memahami love language anak bisa saja menimbulkan konflik atau masalah di kemudian hari. Jika orang tua tidak mengetahui bahasa cintanya, anak Anda tidak akan merasa dicintai.
Lima love language tersebut adalah Words of Affirmation (Kata-kata Penegasan), Acts of Service (Tindakan Pelayanan), Quality Time (Waktu Berkualitas), Giving and Receiving Gifts (Memberi dan Menerima Hadiah), dan Physical Touch (Sentuhan Fisik).
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang ciri-ciri dan pantangan dari love language anak, berikut ulasannya melansir dari mamasewa.com dan sharpschool.com:
Words of Affirmation (Kata-kata Penegasan)
Jika anak suka mengungkapkan dan menerima kasih sayangnya lewat kata-kata, maka kemungkinan love language anak tersebut adalah words of affirmation. Anak dengan love language ini akan mengungkapkannya baik dalam ucapan maupun tulisan.
Anak ini akan menyukai pujian seperti “Rambutmu bagus sekali hari ini!” atau “Permainan yang hebat malam ini!”. Apresiasi akan sangat berarti bagi mereka.
Kata-kata Anda bisa berfokus pada kepribadian, pencapaian, penampilan fisik, atau hal lain apa pun yang bersifat menguatkan. Sebaliknya, memberikan imbalan berupa uang kepada anak yang mendambakan pengakuan justru akan membuatnya merasa hampa.
Ciri-ciri
Ciri-ciri anak yang memiliki bahasa cinta ini adalah sering menanyakan bagaimana penampilannya hari ini, suka memuji dan senang mendapat ucapan selamat atau semangat.
Pantangan
Akan tetapi, orang tua harus menghindari kata-kata merendahkan atau memberikan komentar pedas karena ini bisa melukai hatinya. Memberikan nasihat dengan nada menyindir atau sarkasme sebaiknya dihindari.
Acts of Service (Tindakan Pelayanan)
Anak dengan love language ini senang mengungkapkan rasa cintanya dengan bantuan tindakan pelayanan.
Untuk anak dengan bahasa kasih ini, orang tua perlu mengetahui tindakan pelayanan apa yang dianggap penting baginya. Apakah ia merasa disayangi saat orang tua membantunya mengerjakan pekerjaan rumah? Atau saat Anda mengajarinya melempar bola?
Setelah Anda mengetahui tindakan pelayanan apa yang paling dihargai oleh anak Anda, lakukanlah hal tersebut sesering mungkin.
Ciri-ciri
Anak dengan bahasa cinta ini biasanya memiliki empati yang tinggi. Mereka dengan senang hati melakukan sesuatu untuk orang yang disayanginya.
Bahasa cinta anak ini bisa dalam bentuk ingin ikut membantu saat orang tua mengerjakan sesuatu. Ia juga melakukan sesuatu untuk menolong orang lain atas inisiatifnya sendiri, misalnya mengambilkan minum saat orang tua baru pulang kerja.
Pantangan
Hal yang harus dihindari oleh orang tua adalah memanipulasi atau mengambil untung dari sikap baik anak. Orang tua juga tidak boleh membuat anak berpikir kalau mereka bisa menghindari tanggung jawabnya, karena merasa orang tua bisa melakukan itu untuknya.
BACA JUGA: 4 Dampak Negatif Fatherless Bagi Perkembangan Emosional Anak
Quality Time (Waktu Berkualitas)
Anak dengan love language yang satu ini, sangat menyukai dan menghargai waktu yang mereka habiskan bersama orang-orang tersayangnya. Anak yang menggunakan bahasa kasih ini mendambakan perhatian penuh tanpa gangguan.
Saat masih bayi, anak mungkin ingin bermain bersama mereka di lantai sambil menggelindingkan bola. Seiring bertambahnya usia, quality time ini dapat diwujudkan melalui percakapan, membacakan cerita sebelum tidur, atau berolahraga di halaman rumah.
Apapun jenis kegiatannya tidaklah sepenting waktu yang dihabiskan bersama. Bagi mereka waktu kebersamaan itulah yang paling penting.
Bagi anak yang memiliki saudara kandung, mendapatkan waktu khusus berdua saja dengan Ibu atau Ayah mungkin terasa sulit. Ia perlu tahu bahwa dirinya berharga untuk mendapatkan perhatian penuh dari Anda.
Ciri-ciri
Anak dengan bahasa cinta memiliki ciri-ciri mengajak orang tua bermain bersama, dan suka ditemani saat bepergian ke suatu tempat. Ia juga akan menunjukkan rasa jengkel jika orang tua sibuk main gadget saat berkumpul bersama
Pantangan
Orang tua perlu menghindari menolak ajakan mereka untuk meluangkan waktu bermain tanpa penjelasan yang bisa diterima. Ia juga akan kesal bila orang tua mengabaikan atau sibuk sendiri saat anak sedang bercerita.
Giving and Receiving Gifts (Memberi dan Menerima Hadiah)
Anak dengan bahasa cinta ini menganggap hadiah sebagai bukti nyata kasih sayang. Sayangnya, mereka juga bisa mengartikan ketiadaan hadiah sebagai kurangnya kasih sayang.
Sebab, anak ini mengartikan cinta dengan memberi maupun menerima hadiah. Dalam konteks ini, hadiah tidak selalu berupa sesuatu yang mahal namun bermakna bagi mereka
Hadiah yang diberikan tidak harus mahal dan tidak perlu diberikan setiap hari. Namun, memahami bahwa seorang anak mungkin lebih senang menerima sesuatu, merupakan langkah penting dalam membangun komunikasi.
Ciri-ciri
Anak yang memiliki bahasa cinta ini, biasanya bisa ditunjukkan dengan membuat prakarya (handcraft) yang diberikan untuk orangtuanya atau meminta dibelikan hadiah saat berhasil mencapai sesuatu
Pantangan
Orang tua dengan anak berbahasa cinta ini, sebaiknya tidak mencibir atau tidak menunjukkan rasa terima kasih atas hadiah yang mereka berikan.
Orang tua harus menghindari pikiran bahwa kehadiran orang tua bisa digantikan dengan memberikan hadiah. Selain itu, orang tua juga tidak boleh berpikir kalau rasa cinta orangtuanya sudah terwakili lewat hadiah tersebut.
Physical Touch (Sentuhan Fisik)
Anak yang memiliki bahasa cinta yang satu ini, akan mengekspresikan rasa sayangnya lewat sentuhan fisik.
Sentuhan fisik memiliki kekuatan emosional yang luar biasa bagi anak. Bayi yang sering digendong akan tumbuh lebih baik dibandingkan mereka yang tidak.
Saat beranjak besar, anak yang memiliki love language ini tetap mendambakan kasih sayang dalam bentuk fisik. Bisa dalam bentuk sesederhana sentuhan di lengan, tepukan di punggung, atau pelukan.
Gestur-gestur ini sangat berarti bagi anak yang memiliki bahasa kasih ini. Ia ingin benar-benar merasakan kasih sayang orang tua secara fisik.
Ciri-ciri
Anak akan suka bila orang tua memeluk, mencium pipi, atau mengelus kepala saat berangkat sekolah. Anak dengan love language ini cenderung suka tiba-tiba memijat tangan orang tua.
Pantangan
Hal yang harus dihindari oleh orang tua dengan anak yang memiliki bahasa cinta physical touch adalah Memberi hukuman dalam bentuk fisik, misalnya mencubit atau memukul.
Orang tua juga harus mengajarkan edukasi tentang batasan bagian tubuh mana, yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh.
Kesimpulan
Mengenali jenis love language pada anak memberikan orang tua banyak manfaat.
Orang tua dapat membantu diri sendiri untuk mengenali caranya mengekspresikan kasih sayang pada anak. Mengenali love language juga mendorong orangtua untuk lebih efektif dalam menyampaikan kasih sayang kita pada anak.
Selain itu, hal ini juga membantu orangtua memahami kebutuhan emosional anak, dengan memberikan respon yang tepat sesuai love language anak.
Namun, mengetahui love language bukan berarti orang tua hanya boleh menggunakan love language utama mereka. Sebaliknya, orang tua perlu memberikan porsi yang besar untuk bahasa kasih utama mereka, lalu lengkapilah dengan empat love language lainnya.
Idealnya, anak belajar untuk menerima dan memberikan kasih sayang melalui kelima love language tersebut. Orang tua sebaiknya berfokus pada love language utama anak, namun tetap ingat untuk menggunakan empat bahasa kasih lainnya.
Meskipun setiap anak mungkin paling efektif menerima kasih sayang melalui satu bahasa cinta tertentu, mereka tentu akan merasakan manfaat dari segala bentuk kasih sayang tanpa syarat yang orang tua diberikan.





